Pembelajaran Matematika

Pembelajaran Matematika

Perkalian Metris (Perkalian Metode Pagar)

Jika kalian diharuskan menghitung perkalian dua digit atau mungkin pangkat tiga dari suatu bilangan, bagaimanakah kalian menghitungnya?

Melukis Segi Delapan Beraturan dalam Lingkaran

Bingung ??? mau membuat segi delaban beraturan ... Ini jawabanya.

Menara Eifel Seberat 1 kg

Pernahkan Kalian membayangkan Menara Eifel seberat 1 kg??? Apakak tinggi menara tersebut lebih tinggi dari pada botol air mineral ???.

Profil singkat pemilik blog....

Pelatihan dengan tema The In-Course Programme Structure Teacher Made Teaching Aid kerja sama SEAMEO QITEP IN MATHEMATICS and JSM .

Matchsticks game 3

Dari gambar diatas terdapat 7 buah bujur sangkar yang terdiri dari 20 batang korek api, tugas kalian adalah dengan pindahkan 3 batang korek api, sehingga terbentuk 5 buah bujursangkar?

Ternyata ... Bangunan Ramah Lingkungan di Indonesia yang Memperoleh Penghargaan Internasional adalah Masjid Al-Irsyad

Sebelumnya, Masjid Al-Irsyad yang diresmikan pada Agustus 2010 itu terpilih oleh Nati onal Frame Building Association sebagai lima besar “Building of the Year 2010” kate-gori arsitektur religius.

Sejarah Angka

Ratusan Tahun Sebelum Masehi, Ternyata Angka sudah ditemukan

Game Interaktif Matematika

Berikut Game-game yang bisa kalian mainkan Klik yang ingin kalian coba.

The concept of multiplication 2 / Konsep Perkalian 2

Ini merupakan salah satu konsep perkalian, yang jarang sekali diajarkan di sekolah. caranya dengan menghitung titik pertemuan dua garis.

Soal-Soal Olimpiade JSM

Berikut ini merupakan Soal-soal Olimpiade JSM yang bisa di dowloand.

Minggu, 08 April 2012

Jaring jaring Balok pada Peti Mati....

Balok dan kubus merupakan contoh bangun ruang yang sering kita temui dalam keseharian kita. Kotak pensil, penghapus, kardus kue, tahu merupakan contoh bangun ruang yang berbentuk kubus atau balok. “kata Pak Guru” , kalau peti mati juga merupakan contoh Balok kan pak? “tanya Heni”. Kebetulan Heni  merupakan anak pengusaha peti mati. Iya betul Heni “kata Pak Guru”. Sekarang Pak  Guru akan mengajarkan mengenai Jaring- jaring Kubus dan Balok. Jaring jaring ini WAJIB dibuat sebelum kita membuat balok dan kubus. Setelah pak guru selesai menerangkan, seluruh siswa diminta mempraktekanya sendiri-sendiri. Andi yang merupakan siswa terpintar dikelasnya langsung membuat Balok, potong sana potong sini, dan setelah hampir jadi datanglah Pak Guru, dan langsung bertanya, Andi kamu buat apa? Balok, Pak Guru “jawab Andi” karena Pak Guru melihat Andi membuat Balok tanpa jaring-jaring, naik darah lah Pak Guru dan memarahi Andi, sampai suasana hening di kelas tercipta seketika, dan baru berakhir setelah bel intirahat berbunyi.
Sesampainya dirumah Heni, langsung beristirahat dan melihat Ayahnya  membuat pesanan peti mati.  Karena ingat tadi Andi dimarahi Pak Guru karena membuat balok tanpa jaring-jaring, Heni pun menemui Ayahnya dan memberi tahu, Yah kata Pak Guru kalau mau membuat Peti mati yang berbentuk balok, WAJIB membuat jaring jaringnya terlebih dahulu. Ayahnya pun menjelaskan dengan bijak, gini nak jaring-jaring itu memang penting dibuat untuk membuat kubus atau balok, tetapi tidak semua bangun ruang harus dibuat terlebih dahulu jaring-jaringnya, seperti peti mati ini bagaimana harus menbuat jaring-jaringnya ??? setelah dijelaskan Henipun memahaminya, sambil berfikir, Henipun melanjutkan istirahatnya.... “iya ya bagaimana cara menbuat jaring-jaring peti mati, jaring-jaring penghapus,  jaring-jaring tahu.  ”...

Yang bisa di pelajari dari kasus diatas adalah Anak cenderung melihat apa yang dia tonton, meniru dan mempraktekanya. Proses meniru ini sebenarnya yang berbahaya, pada saat meniru anak belum dibekali dengan kemampuan analisis berfikir yang cukup apakah layak atau tidak dia meniru sesuatu (Sears, 1991). Ingat Usia Anak- anak adalah usia sebagai Fondasi, jadi berilah informasi yang benar, dan penyampaianya dengan bahasa yang sesuai. Informasi tidak perlu di tutup-tutupi, yang cenderung membohongi  anak. 



Artikel lain yang bisa anda baca:
11 Penyakit yang Perlu dihindari Guru
Pendidikan yang Otoriter
Bangunan Ramah Lingkungan di Indonesia
Pengakuan Para Saintis mengenai Al Quran
Melukis Segi Delapan Beraturan dalam Lingkaran
Angka
Soal UKK Matematika
Melukis Sudut 45 derajat
Mengapa Pendidikan di Finlandia Terbaik di Dunia

Rabu, 28 Maret 2012

Pengumuman Hasil Final Olimpiade Kompetisi Matematika PASIAD 8

Selasa, 20 Maret 2012

Game untuk memulai dan mengakhiri Pelajaran

Game atau permainan memang sangat disukai peserta didik. dimana game ini bisa untuk mengkondisikan siswa agar konsentrasinya terpusat. berikut ini berapa Game yang bisa diterapkan:

1. Bom - bom an

Game ini bisa digunakan didalam kelas, maupun diuar kelas. seluruh siswa dengan sikap duduk atau berdiri ditempatnya. kemudian siswa diminta menghitung angka secara berurutan. Guru memberikan aba aba semisal angka kelipatan 5, hitungan dimulai. maka siswa menyebutkan angka 1, 2, 3, 4, bom, 6, 7, dst... disini siswa diajak untuk berkonsentrasi sebelum memulai pelajaran. permainan bisa di tambah dengan kelipatan 5 mengandung 2, maka nanti angkanya menjadi 1, bom, 3, 4, bom, 6, dst.

2. Wek e wek

Game ini digunakan untuk meningkatkan konsentrasi siswa, antara pendengaran, penglihatan dan gerak. dimuai dari guru mengajak seluruh siswa memeragakan gerakan tangan seperti bebek dan sambil berteriak wek wek e wek (seperti suara anak bebek), setelah itu siswa diminta memegang mulut, kemuduan wek wek e wek, pegang mata, dst. setelah itu guru meminta memegang mata, tetapi guru memegang telinga (disini siswa di tes daya konsentrasinya).

3. Angin Berhembus

Game ini memerlukan alat sebagai pijakan. misal didalam kertas bisa menggunakan korsi tempat duduk, maupun daun, atau ranting jika diluar kelas. game dimulai dengan nyanyian, Angin berhembus, dan siswa menjawab berhembus kemana angin, guru menjawab yang memakai sepatu. nanti seluruh siswa yang menggunakan sepatu harus berpindah tempat. dan korsi siswa diambil satu sehingga ada satu siswa yang tidak mendapatkan tempat, maka siswa tersebutlah yang mendapat tugas. Tugas disini bisa mengerjakan soal, mencari suatu barang, ataupun angka, menyanyi, dan lain-lain.

Selasa, 13 Maret 2012

Perilaku Impulsif dan Masalah Atensi Anak Karna Bermain Video Game


Perilaku Impulsif dan Masalah Atensi Anak Karna Bermain Video Game


Amerika Serikat, Psikologi Zone – Perilaku impulsif membuat anak menjadi kecanduan dalam melakukan sesuatu tanpa terkendali dan sulit dicegah. Sedangkan anak yang mengalami masalah pada atensi memiliki kesulitan berkonsentrasi, melakukan dan mempertahankan perilaku untuk mencapai tujuan, terutama ketika seseorang mengalami kesulitan atau kebosanan.
Sebuah penelitian baru mengatakan bahwa Anak yang mengalami perilaku impulsif dengan masalah pada atensi, akan memiliki tendensi bermain video game lebih banyak. Begitu juga sebaliknya, anak yang menghabiskan waktu terlalu banyak bermain video game, akan mengembangkan kecenderungan mengalami perilaku impulsif dan masalah atensi.
“Ini merupakan penemuan yang penting, mengingat banyak penelitian tentang masalah atensi difokuskan pada aspek biologi dan faktor genetik dari pada faktor lingkungan”, kata Douglas A. Gentile, PhD dari Iowa State University dan penulis dari penelitian ini, dikutip dari Science Daily (23/02).
Penelitian ini berjudul Video game playing, attention problems, and impulsiveness: Evidence of bidirectional causality dan dipublikasikan dalam journal Psychology and Popular Media Culture oleh American Psychological Association (APA).
Walaupun temuan menunjukkan bahwa bermain video game bertema kekerasan juga dapat dikaitkan dengan perilaku impulsif dan masalah atensi, namun jumlah waktu yang dihabiskan untuk bermain adalah fokus utamanya. Semua bentuk permainan video game menjadi faktor yang sama dalam mempengaruhi temuan ini. Hal ini dapat terjadi pada siapapun, terlepas dari ras, jenis kelamin, atau status sosial dan ekonomi.
Penelitian ini dilakukan pada 3.034 anak dengan rentang usia 8 hingga 17 tahun dan telah dilakukan lebih dari tiga tahun di Singapura.
Tidak selamanya bermain video game memberikan efek negatif bila dalam kadar yang normal. Gentile juga memberikan catatan bahwa berdasarkan penelitian sebelumnya, permainan video game memiliki aspek positif dalam meningkatkan perhatian visual untuk lebih cepat mengenal dan menangkap informasi dengan akurat dari lingkungan.
Berbeda lagi bila seorang anak justru menghabiskan banyak waktu hanya untuk bermain video game.
“Ada kemungkinan bahwa penggunaan media elektronik ini dapat mengganggu atensi yang diperlukan untuk konsentrasi bahkan konsentrasi dalam kemampuan untuk melihat dan memproses informasi visual,” kata Gentile.
Memahami lebih jauh tentang pengaruh lingkungan terutama permainan video game dapat membantu orang tua dalam memahami perilaku impulsif dan masalah atensi pada anak-anak mereka lebih efektif. (mba)

*impulsif : bersifat cepat bertindak secara tiba-tiba menurut gerak hati

*atensi : perhatian

Referensi:
http://www.psikologizone.com

Artikel lain yang bisa anda baca:
11 Penyakit yang Perlu dihindari Guru
Pendidikan yang Otoriter
Bangunan Ramah Lingkungan di Indonesia
Pengakuan Para Saintis mengenai Al Quran
Menara Eiffel seberat 1 kg
Sejarah Ampere
Melukis Segi Delapan Beraturan dalam Lingkaran
Angka
Sejarah Bilangan NOL

Sabtu, 18 Februari 2012

Jumat, 17 Februari 2012

Melukis Sudut 30°


Alat dan bahan:
1.    Pensil
2.    Penggaris
3.    jangka
Caranya:
1.    Pertama buatlah garis sembarang l.
2.    Buat busur sembarang dengan titik pusat A dan memotong garis l di B.
3.    Pindahkan busur itu ke B sehingga memotong busur pertama di C.
4.    Pindahkan lagi busur itu ketitik C hingga memotong busur kedua di D.
5.    Tarik garis dari titik D ke A, sehingga diperoleh garis m.
6.    Garis m dan l membentuk sudut 30°


Daftar Pustaka:
Soewardi, Melukis Bentuk Geomerti, PT Gramedia, 1984: Jakarta


Artikel lain yang bisa anda baca:
Menara Eiffel seberat 1 kg
Sejarah Ampere
Sejarah Matematika


Melukis Sudut 45°


Alat dan bahan:
1.    Pensil
2.    Penggaris
3.    jangka
Caranya:
1.    Pertama buatlah garis sembarang l.
2.    Ambil titik B, sembarang pada garis l
3.    Buat garis t tegak lurus l melalui B dengan cara buat busur berjari-jari B memotong di P dan Q. Dari titik P dan Q dibuat busur bertemu di titik R.
4.    Buat busur lingkaran dengan jari-jari BA titik pusat B yang memotong garis t di C.
5.    Tarik garis m melalui A dan C maka didapat sudut A sama dengan 45°


Daftar Pustaka:
Soewardi, Melukis Bentuk Geomerti, PT Gramedia, 1984: Jakarta



Artikel lain yang bisa anda baca:
11 Penyakit yang Perlu dihindari Guru
Pendidikan yang Otoriter
Bangunan Ramah Lingkungan di Indonesia
Angka
Sejarah Second

Rabu, 15 Februari 2012

Mengapa Mutu Pendidikan Finlandia Terbaik di Dunia?


Sistem pendidikan Finlandia adalah yang terbaik di dunia. Rekor prestasi belajar siswa yang terbaik di negara-negara OECD dan di dunia dalam membaca, matematika, dan sains dicapai para siswa Finlandia dalam tes PISA. Amerika Serikat dan Eropa, seluruh dunia gempar. Untuk tiap bayi yang lahir kepada keluarganya diberi maternity package yang berisi 3 buku bacaan untuk ibu, ayah, dan bayi itu sendiri. Alasannya, PAUD adalah tahap belajar pertama dan paling kritis dalam belajar sepanjang hayat. Sebesar 90% pertumbuhan otak terjadi pada usia balita dan 85% brain paths berkembang sebelum anak masuk SD (7 tahun). Kegemaran membaca aktif didorong. Finlandia menerbitkan lebih banyak buku anak-anak daripada negeri mana pun di dunia. Guru diberi kebebasan melaksanakan kurikulum pemerintah, bebas memilih metode dan buku teks. Stasiun TV menyiarkan program berbahasa asing dengan teks terjemahan dalam bahasa Finish sehingga anak-anak bahkan membaca waktu nonton TV. 
 
Pendidikan di sekolah berlangsung rileks dan masuk kelas siswa harus melepas sepatu, hanya berkaus kaki. Belajar aktif diterapkan guru yang semuanya tamatan S2 dan dipilih dari the best tenlulusan universitas. Orang merasa lebih terhormat jadi guru daripada jadi dokter atau insinyur. Frekuensi tes benar-benar dikurangi. Ujian nasional hanyalah Matriculation Examination untuk masuk PT. Sekolah swasta mendapatkan dana sama besar dengan dana untuk sekolah negeri. Sebesar 25% kenaikan pendapatan nasional Finlandia disumbangkan oleh meningkatnya mutu pendidikan. Dari negeri agraris yang tak terkenal kini Finlandia maju di bidang teknologi. Produk HP Nokia misalnya merajai pasar HP dunia. Itulah keajaiban pendidikan Finlandia. 

Bagaimana Indonesia? Ada yang berpendapat, keunggulan mutu pendidikan Finlandia itu tidak mengherankan karena negeri ini amat kecil dengan jumlah penduduk sekitar 5 juta jiwa, penduduknya homogen, dan negaranya sudah eksis sekian ratus tahun. Sebaliknya, penduduk Indonesia lebih dari 220 juta jiwa, amat majemuk terdiri dari beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial. Indonesia baru merdeka 66 tahun. Pendapat senada dikemukakan oleh tokoh-tokoh dan pemerhati pendidikan Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang, dan negara-negara lain dibandingkan dengan negaranya. Yang paling malu AS karena unit cost anggaran pendidikannya jauh melebihi Finlandia tapi siswanya mencapai ranking 17 dan 24 dalam tes PISA, sedangkan siswa Shanghai China ranking 1, Finlandia 2, dan Korea Selatan 3. Soal siswa di Shanghai China juara masih diragukan karena belum menggambarkan keadaan mutu seluruh pendidikan China. 

Kalau Finlandia sebagai negara kecil bisa juara mengapa negara kecil yang sudah established seperti Islandia, Norwegia, New Zealand tak bisa? Akhirnya semua mengakui bahwa sistem pendidikan Finlandia yang terbaik di dunia karena kebijakan-kebijakan pendidikan konsisten selama lebih dari 40 tahun walau partai yang memerintah berganti. Secara umum kebijakan-kebijakan pendidikan China dan Korea Selatan (dan Singapura) juga konsisten dan hasilnya terlihat sekarang. Kebijakan-kebijakan pendidikan Indonesia cenderung tentatif, suka coba-coba, dan sering berganti. Lalu bagaimana dengan kebijakan pendidikan Indonesia jika dibandingkan dengan Finlandia?

1. Kita masih asyik memborbardir siswa dengan sekian banyak tes (ulangan harian, ulangan blok, ulangan mid-semester, ulangan umum / kenaikan kelas, dan ujian nasional). Finlandia menganut kebijakan mengurangi tes jadi sesedikit mungkin. Tak ada ujian nasional sampai siswa yang menyelesaikan pendidikan SMA mengikuti matriculation examination untuk masuk PT. 

2. Kita masih getol menerapkan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sehingga siswa yang gagal tes harus mengikuti tes remidial dan masih ada tinggal kelas. Sebaliknya, Finlandia menganut kebijakanautomatic promotion, naik kelas otomatis. Guru siap membantu siswa yang tertinggal sehingga semua naik kelas.

3. Kita masih berpikir bahwa PR amat penting untuk membiasakan siswa disiplin belajar. Bahkan, di sekolah tertentu, tiada hari tanpa PR. Sebaliknya, di Finlandia PR masih bisa ditolerir tapi maksimum hanya menyita waktu setengah jam waktu anak belajar di rumah. 

4. Kita masih pusing meningkatkan kualifikasi guru SD agar setara dengan S1, di Finlandia semua guru harus tamatan S2. 

5. Kita masih menerima calon guru yang lulus dengan nilai pas-pasan, sedangkan di Finlandia the best ten lulusan universitas yang diterima menjadi guru. 

6. Kita masih sibuk memaksa guru membuat silabus dan RPP mengikuti model dari Pusat dan memaksa guru memakai buku pelajaran BSE (Buku Sekolah Elektronik), di Finlandia para guru bebas memilih bentuk atau model persiapan mengajar dan memilih metode serta buku pelajaran sesuai dengan pertimbangannya. 

7. Hanya segelintir guru di tanah air yang membuat proses belajar-mengajar itu menyenangkan (learning is fun) melalui penerapan belajar aktif. Terbanyak guru masih getol mengajar satu arah dengan metode ceramah amat dominan. Sedangkan, di Finlandia terbanyak guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui implementasi belajar aktif dan para siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil. Motivasi intrinsik siswa adalah kata kunci keberhasilan dalam belajar. Apakah benda ini melayang, terapung atau tenggelam? 

8. Di tanah air kita terseret arus mengkotak-kotakkan siswa dalam kelas reguler dan kelas anak pintar, kelas anak lamban berbahasa Indonesia dan kelas bilingual (bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar) dan membuat pengkastaan sekolah (sekolah berstandar nasional, sekolah nasional plus, sekolah berstandar internasional, sekolah negeri yang dianakemaskan dan sekolah swasta yang dianaktirikan). Sebaliknya di Finlandia, tidak ada pengkotakan siswa dan pengkastaan sekolah. Sekolah swasta mendapatkan besaran dana yang sama dengan sekolah negeri.  

9. Di Indonesia bahasa Inggris wajib diajarkan sejak kelas I SMP, di Finlandia bahasa Inggris mulai diajarkan dari kelas III SD. Alasan kebijakan ini adalah memenangkan persaingan ekonomi di Eropa, membuka kesempatan kerja lebih luas bagi lulusan, mengembangkan wawasan menghargai keanekaragaman kultural. 

10. Di Indonesia siswa-siswa kita ke sekolah sebanyak 220 hari dalam setahun (termasuk negara yang menerapkan jumlah hari belajar efektif dalam setahun yang tertinggi di dunia). Sebaliknya, siswa-siswa Finlandia ke sekolah hanya sebanyak 190 hari dalam satu tahun. Jumlah hari liburnya 30 hari lebih banyak daripada di Indonesia. Kita masih menganut pandangan bahwa semakin sering ke sekolah anak makin pintar, mereka malah berpandangan semakin banyak hari libur anak makin pintar. 



Referensi: 
Ditulis oleh: S Belen Sumber: http://sbelen.wordpress.com/2011/08/08/mengapa-mutu-pendidikan-finlandia-terbaik-di-dunia


Artikel lain yang bisa anda baca:
11 Penyakit yang Perlu dihindari Guru
Pendidikan yang Otoriter
Bangunan Ramah Lingkungan di Indonesia
Pengakuan Para Saintis mengenai Al Quran
Menara Eiffel seberat 1 kg
Sejarah Ampere
Sejarah Matematika
Melukis Segi Delapan Beraturan dalam Lingkaran
Angka
Sejarah Bilangan NOL
Sejarah Second

Minggu, 05 Februari 2012

11 Penyakit yang Perlu dihindari Guru

Setelah bertahun-tahun, WHO secara terus-menerus mencari cara untuk mencapai tujuannya. Prestasi penting yang pertama adalah memberantas penyakit cacar, yang sejak lama dianggap sebagai penyakit infeksi paling mematikan. Cacar telah menyebabkan jutaan kematian dan banyak penderitaan selama berabad-abad. Tetapi, WHO menyusun program untuk memberantas penyakit tersebut. Petugas-petugas WHO pergi ke berbagai negara untuk mengelola program vaksinasi secara besar-besaran. Sebagai hasilnya, penyakit cacar berhasil dilenyapkan pada tahun 1977. Sejak saat itu, WHO mengalihkan perhatian kepada penyakit-penyakit lainnya seperti penyakit polio dan kusta, dimana sekarang ini penyakit-penyakit tersebut telah hampir selesai diberantas.(sumber : http://kontaktuhan.org/news/news151/vg1.htm, ).

Bagaimana dengan penyakit-penyakit yang harus dihindari oleh guru?
Beginilah nasib Guru WTS ( Guru Wawasanya Tidak LuaS), mendapat SMS 11 penyakit yang harus dihandari guru malah diposting di blog. Wah ini namanya latah
Sebelas penyakit yang harus dihindari bagi seorang guru

1. TIPUS : Tidak punya selera
Ketika lonceng tanda masuk telah berbunyi, guru yang mempunyai gejal tipus, masih berpur-pura mempersiapkan diri mencari buku-buku persiapan mengajar. Setelah itu mencari teman sejawat yang juga masuk kelas bersamaan pada jam tersebut untuk diajak ngobrol terlebih dahulu

2. MUAL : mutu amat lemah
Tanda-tanda mual ini dapat dari kepemilikan sumber bacaan dan sumber informasi yang dimiliki di rumah. Bahasa Inggris sebagai bahasa ilmu pengetahuan tidak bisa dielakkan. Guru yang memiliki rasa MUAL biasanya antipati dengan hal-hal yang berbau inggris.

3. KUDIS : Kurang disipilin
Pemanfaatan waktu yang kuran efektif saat berinteraksi dengan peserta didik, tak jarang KUDIS ini menyebabkan kegiatan pembelajara selesai sebelum lonceng keluar dibunyikan.

4. ASMA : Asal masuk kelas
Banyak yang beranggapan bahwa kalau guru masuk kelas tidak membawa buku adalah guru yang hebat, padahal setiap kegiatan pembelajaran siswa selalu mengalami perubahan. Perubahan tersebut harus dicatat.

5. TBC : Tak bisa computer
Penyakit ini dapat dilihat dari kemampuan menjinakkan mouse di depan komputer

6. KUSTA : Kurang strategi
Banyak siswa yang keluar-masuk saat dia mengajar adalah salah satu ciri penderita kusta.

7. KRAM : Kurang terampil
Alat-alat laboratorium yang ditumbuhi jamur dan kelihatan tidak pernah dipakai

8. Asam Urat: Asal Sampai materi kurang akurat
Mengajar hanya mengejar materi, materi selesai dianggap sukses, padahal anak didik tak faham

9. LESU : Lemah sumber
Hari gini mengajar hanya dengan satu buku, yang gitu-gitu aja...

10. Ginjal : gajinya nihil, jarang aktif dan lambat


Memang guru perlu makan, tetapi jangan jadi alasan mengajar seadanya karena gaji seadanya.

11. Diare : dikelas anak-anak diremehkan.
Setiap anak pasti memiliki kelebihan yang berbeda-beda, anak tidak bisa mengkitung belum tentu tidak bisa menghafal.

Mari para guru kita hindari penyakit-penyakit di atas
Ada yang punya daftar penyakit lain yang harus dihindari?


Referensi :
http://www.budies.info

Minggu, 29 Januari 2012

Pengumuman Hasil Penyisihan Olimpiade Kompetisi Matematika PASIAD 8


Berikut ini  Hasil Penyisihan Olimpiade PASIAD 8:


KMP 8 DIY tingkatan SD
KMP 8 DIY tingkatan SMP
Untuk Daerah yang lain silakan Link ke sini 

Bagi peserta yang berhasil masuk babak final agar segera menghubungi koordinator wilayah untuk teknis pelaksanaan babak final. Pelaksanaan babak final akan diselenggarakan pada tanggal 18 Februari 2012, di kota-kota yang akan ditentukan oleh koordinator wilayah masing-masing


Referensi : pasiadindonesia.org 

Artikel lainnya yang perlu anda baca:



Pengumuman Hasil Final Olimpiade Kompetisi Matematika PASIAD 8
Soal-Soal Kompetisi Matematika Pasiad
Soal-Soal Olimpiade JSM

Math Games Money
Game Interaktif Matematika
Math Game Pita Mobius
Math Game Picture 1

Pendidikan yang Otoriter

Otoriter dari atasan ke bawahan

Pada dasarnya adalah hak setiap orang untuk memperoleh pendidikan yang layak.  Pendidikan dimulai dari masa pra TK atau sekarang sering disebut PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sampai dengan Sarjana. Hampir disemua daerah telah terdapat sekolah-sekolah tempat memperoleh pendidikan, meskipun belum merata. Misalnya di Jawa banyak sekolah tutup karena tidak memperoleh murid, banyak Sarjana Pendidikan tidak mengajar, akan tetapi di Kalimantan, Papua. Banyak siswa yang tidak tedidik, bahkan terkadang 3 lokal kelas diajar oleh seorang guru dan sepesifikasinya bukan guru...
Sarana dan prasarana pendidikan selama ini tidak sesuai dengan apaa yang dibutuhkan. Standar kelulusan yang sekarang digunakan terkesan dipaksakan untuk terlihat baik. Tenaga pendidik yang mengajar dengan pola kejar materi dan selesai mengajar pulang. Kesenjangan penerima Sertifikasi dan guru honorer merupakan realita Pendidikan yang ada sekarang ini.
Tanpa ingin mencari siapa yang salah Pendidikan yang ada sekarang ini cenderung Otoriter. Menteri memerintahkan kepada Gubernur, Gubernur menuntut kepada Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Menginstruksikan kepada seluruh Kepala Sekolah, Kepala Sekolah meminta dengan paksa kopada Guru, Guru akhirnya menyalurkan sikap Otoriter dari atasanya kepada siswanya,  pada akhirnya setiap orang yang berada dibawahnya menjadi korban Otoriter atasanya.
Pendidikan Otoriter mengakibatkan lembaga atau orang menjadi tidak berkembang, tidak terdapat  inovasi dalam dunia pendidikan, dan semua berorientasi kepada hasil yang dipaksakan baik. Sarana dan prasarana pendidikan diselesaikan dengan tender yang terkadang asal-asalan. Standar kelulusan yang sekarang digunakan terkesan dipaksakan untuk terlihat baik mengakibatkan nikai kejujuran diabaikan . Tenaga pendidik yang mengajar dengan target menyelesaikan materi tanpa ada pembelajaran nilai akhlak dan moral. Kesenjangan penerima Sertifikasi dan guru honorer, secara finansial sekali uang sertifikasi turun, uang tersebut bisa untuk menggaji sekitar 8 guru honorer, maka tidak heran jika ada pendapat, seorang penerima sertifikasi bisa menjadi Kepala Sekolah dan mengelola sebuah Sekolah Dasar dengan merekrut 8 guru honorer, hehehehe...
Tanpa dipungkiri memang dari Otoriternya Pendidikan terdapat sekolah-sekolah dipaksa gratis, standar kelulusan membuat sebagian siswa berjuang untuk belajar, Sertifikasi membuat yang memperoleh bisa sedikit bermewah-mewahan.  Utuk itu marilah kita memperbaiki Pendidikan yang kita laksanakan agar tercipta Pendidikan yang bermutu. Tidak perlu pesimis tuntutan atasan yang meminta nilai 9, pembuat soal Bahasa adalah guru Matematika, dan berbagai permasalahan real yang ada. Tanpa terus mencari kekurangan-kekurangan yang ada pada pendidikan selama ini, tetepi marilah kita perbaiki bersama. Terakhir Kita Pendidik mari kita Mendidik dengan Hati, bukan karena Materi.

Minggu, 15 Januari 2012

Alat Peraga Matematika ( Operasi Hitung Bilangan Bulat )

Bilangan Bulat merupakan materi SD yang mulai dipelajari dari kelas 4, banyak guru yang merasa kesulitan untuk mengajarkannya dengan mudah. apalagi siswa, banyak yang bingung dibuatnya, belum lagi jika siswa di doktrin kalau negatif itu hutang, mosok anak kelas 4 SD sudah diminta belajar "hutang", ???
Berikut ini contoh alat peraganya:

Keterangan : 4 + (-2) =
kita buat terlebih dahulu 4 buah tanda positif, ditambah dua buah tanda negatif, hasilnya adalah dua buah nol dan dua buah tanda positif. jadi 4 + (-2) = 2

Jika ingin lebih lengkapnya silahkan download disini


Artikel lainnya yang perlu anda baca:

Math Games Money
Game Interaktif Matematika
Penyelesaian Persegi Ajaib 3 X 3
Math Game Pita Mobius
Math Game Picture 1
Soal Kompetensi Matematika Pasiad

Jumat, 13 Januari 2012

Murid Sebagai Korban Penganiayaan

Ardhi Nurrahman · Sabtu, 25 Jun 2011. Kita mungkin bisa sepakat apabila mengatakan guru adalah pemimpin dalam kelas. Guru lah yang akan menentukan apa yang akan dipelajari oleh murid dan bagaimana ia akan berkembang. Guru sendiri harus tunduk kepada sistem pendidikan yang diatur oleh Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Sebuah sistem yang berganti hampir tiap 5 tahun sekali. Bisa dikatakan, kala Presisden diganti, maka sistem pendidikan pun akan berganti.

Murid, yang notabene berada di bawah piramida ini menjadi korban atas ketidak-konsistenan sistem. Sistem yang diatas kertas memiliki tujuan yang baik dan secara kasat mata ideal, tidak dapat teraplikasikan dengan benar saat turun ke sekolah masing-masing. Kurangnya sosialisasi dan tidak adanya waktu untuk beradaptasi menjadi sebuah alasan mengapa sistem yang baru tidak efektif dan efisien.

Hal ini masih ditambahkan dengan berbagai masalah yang melibatkan guru sebagai pengajar, mungkin juga pendidik. Kesejahteraan menjadi isu utama kala kita mendengar kata guru disebut. Telah menjadi rahasia umum bahwa gaji yang diterima guru seringkali bertolak belakang dengan lamanya mengajar. Tidak adanya kejelasan status menjadi salah satu isu yang lain.

Bagaimana seorang guru akan mengajar dengan baik dan tenang apabila urusan dapur masih belum stabil. Bukankah Maslow mengatakan ada yang namanya Hierarki Kebutuhan? Apabila seseorang belum bisa memenuhi kebutuhannya, dia tidak akan berkembang. Dalam hal ini, kebutuhan dasar dari Maslow adalah kebutuhan fisik. Makanan, minuman, tempat tinggal adalah kebutuhan dasar setiap manusia.

Dengan kondisi yang seperti itu, wajar bila seorang guru tidak bisa mengajar dengan maksimal. Walau pun ada beberapa profil guru yang tetap mengajar sukarela tanpa dibayar. Mengajar adalah sebuah pengabdian, tapi abdi tetap butuh makan dan punya keluarga yang harus dihidupi.

Hal ini, berdampak pada murid yang ada di dasar sistem pendidikan. Ketidakmaksimalan guru mengajar menyebabkan potensi murid tidak berkembang maksimal. Memang bukan salah guru sepenuhnya apabila seorang murid tidak mampu mengembangkan potensi mereka. Namun guru ikut bertanggung jawab apabila seorang murid gagal mengembangkan potensinya. Inilah yang menyebabkan murid-murid sekarang menjadi teraniaya. Teraniaya oleh sistem. Teraniaya oleh pengajar. Dan teraniaya oleh tuntutan jaman. Semoga, ke depan ada kumpulan guru yang memutus penganiayaan ini dan menjadi pendidik-pendidik generasi bangsa.

Referensi:
http://www.psikologizone.com



Artikel lain yang bisa anda baca:
11 Penyakit yang Perlu dihindari Guru
Pendidikan yang Otoriter
Bangunan Ramah Lingkungan di Indonesia
Pengakuan Para Saintis mengenai Al Quran
Menara Eiffel seberat 1 kg
Ciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan
Sejarah Ampere
Sejarah Matematika

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More